Note: tulisan ini mewakili opini dan pandangan gw pribadi. Kalau nggak setuju, silakan sampaikan dengan sopan di kolom komentar. Kalau nggak bisa, well, tulisan ini nggak wajib dibaca kok. :)
Hoah. Setelah seminggu lewat, rasa kantuk masih ada. Dan setelah seminggu lewat, gw baru sempet post review konser ini. Hehe.
Minggu (26/2), gw nonton The Greatest Hits Concert. Itu lho, yang ada Jeff Timmons dari 98 Degrees, A1, sama Blue. The main reason I was eager to watch it ya karena Bluenya. I was and am their fans.
Gw denger kabar Blue mau main ke sini kira-kira dari Desember 2011 kali ya (not sure though). I looked forward to the info ever since. And when the concert was officially announced, I barely couldn’t stand not being the first person to grab the tix. Tapi, as usual gw penuh pertimbangan dan nyari banyak info dulu. In the end, gw beli tiket H-seminggu. Why?
1. Promotornya (Mahkota Promotion) masih ijo bener
2. Venuenya pindah-pindah. Kalo nggak salah pertamanya di JCC, trus pindah ke Mata Elang International Stadium Ancol, abis itu terakhir di JIExpo. Setelah gw konsultasi sama temen-temen gw, gw akhirnya memutuskan beli belakangan setelah semuanya jelas. Gw juga punya feeling tiketnya nggak bakal cepet sold out sih. Selain itu, gw takut beli duluan trus uangnya dibawa kabur kayak kasus CN Blue…
Sambil nunggu beli, gw nyari temen. Susyehnya setengah mamfus. Ada yang maunya festival 2, ada yang udah keburu beli tiket konser lain, ada yang bilang kemahalan, ada yang nggak jelas kabarnya… Lagian, fans Blue, A1, dan Jeff Timmons ini nggak semasif fans Westlife.
Thank God The Almighty, karena gw sabar gw akhirnya bisa dapet tiket buy 1 get 1 free! Plus dapet temen bareng yang rumahnya deket. Jadinya festival 1 dengan harga 350 ribu! :’)

Tapi, gw curiga lagi nih. Temen gw yang beliin tiket itu bilang ticket boxnya yang di Puri Indah Mal sepi bener. Padahal gw sempet khawatir nggak kebagian tiket soalnya dese berangkatnya kesiangan.
Trus, 2 hari kemudian gw nelpon kantor Mahkota Promotion untuk tanya cara tuker tiket sementara (voucher) jadi tiket asli. Lagi-lagi mencurigakan, karena pas gw telepon, teleponnya dioper-oper. Apalagi katanya kantornya tanpa plang Mahkota Promotion. Konon, mereka gabung dengan Crystal Travel di Tebet. Gw was-was, semoga konsernya beneran ada…
Finally, the D-day. Gw dapet info penukaran tiket on the spot mulai jam 15.00, open gate jam 18.00, konser start jam 20.00. Kita memutuskan jalan jam 3. And all of a sudden, rain poured hard. Gw ngontak temen barengan gw and the thunderbolts sounded even scarier… She suddenly said she wasn’t allowed to go.
How could I go on without her? Gosh, I couldn’t even imagine it. So I called her right away. After a small talk, I figured out that her mom didn’t allow her because of the weather, not the concert itself. -_-‘
So we left for JIExpo at 4 pm. Afraid of being late, we took a taxi. Everything went smoothly and we got there 40 minutes later. Seems legit, eh?
We went straight to the venue. Weren’t much people there. There was only a 5 metres queue. I ain’t jokin’, bro. So we exchanged the voucher with real tickets, wandered around, had some early dinner, went to the restroom, took photographs, then went back queuing. There were more people who had stood in line, but I was sure I still could get the front row.

Tick tock tick tock. It was 6 pm already and the gate had yet not be opened.
Tick tock tick tock tick tock. 6.30. I sat on the floor just like others to save some energy.
And the gate was opened at 7.30. Fuck, eh?
Said the concert would be started on 8, it was delayed until 8.40.
Jeff Timmons opened the show. He performed some of 98 Degrees’ best hits like ‘Because of You’, ‘Give Me Just One Night’, and ‘I Do’. At the two latter, he asked some people to get on stage. Here some girls went wild, with one of ‘em buttoned off Jeff’s shirt so that sexy tanned abs (and big boobs) became public consumption.

The most enviable moment was when Jeff asked a girl on stage while he was singing I Do. You know, that proposal serenade. I ain’t one of his fans, but who can resist be deeply stared at by that blue eyes? And feel the warmth (and sweat, urgh) of his embrace, for free? Aaarrrggghhh I wish I were that lucky gal…
Jeff was smokin’ hot as an opening act. Dia banyak berinteraksi dengan penonton, mulai dari ngajak nyanyi bareng, mendatangi penonton barisan paling depan, sampai peluk-peluk penonton di atas panggung. *ngeces*
Sekitar 40 menit kemudian, gantian A1 yang tampil. Gw pernah beli kaset (duilee kaset! Ketauan kapan gw belinya. :p) A1 yang Greatest Hits, jadi gw lumayan hafal beberapa lagunya. Mereka bawain lagu penuh, medley beberapa hits terbaik mereka, dan cover lagu populer macem ‘Poker Face’ dan ‘I Gotta Feeling’.

Anyway, since gw bahagia bener bisa nostalgila boyband, gw nyanyi heboh semua lagu yang gw hafal. Eh pas ‘One More Try’, muka gw diclose up n muncul di layar di panggung. Ngahaha… Muka gw muncul beberapa kali lagi di tengah keramaian karena gw berdiri di tengah depan. And, lagi-lagi karena gw nyanyi terus, Ben stared at me while singing and he flew me a kiss! Demi Tuhan, ke arah gw! Gw dengan bahagianya kiss him back. Gyahaha…
A1, yang sekarang cuma 3 orang karena ditinggal Paul, pada dasarnya nggak boyband-boyband amat. They’re handsome indeed, they did dance, but Christian plays guitar and Mark does keyboard. Mereka cuma ngedance di 1 lagu kemarin, ‘Ready Or Not’ (itu pun dance cemen).
Pas konser, mereka tampil dengan live band. Atraktif, interaktif, tapi nggak obral murah kayak performer sebelumnya (peace! :p). Mereka sering dadahin fans, terutama Ben yang nyanyi doang. Nggak pelit senyum, ngajak ngobrol (aaah that sexy British accent…). Best part, Mark ngomong ‘terima kasih’ dan ‘aku cinta kalian’. That was a simple plus point. :)
Trus, Ben juga sempet ngajak 1 fans ke atas panggung untuk dikasih mawar pas lagu ‘Like A Rose’. Tapi dia cuma rangkul dan cipika-cipiki sedikit. Ah, si cewek kurang bisa memanfaatkan momen.
Kaki berwedges 10 cm ini sudah berkonde di betisnya saat the reason why I came here was on stage.
BLUE!!!
Panggung remang-remang dan berasap ketika mereka bikin formasi di panggung. ‘Sorry Seems to be The Hardest Words’ was their first song. They were all pake jas.
Gosh, micnya my darling Lee mati. Padahal tadi udah ada persiapan panggung lama. Dese keliatan banget betenya. Instead of keep singing, dia malah diem aja. Penonton bantuin nyanyi. Honestly, tindakan dia nggak nunjukkin profesionalitas. :(

So setelah mic Lee diganti (tetep suaranya kecil), they kept rolling with their best hits like ‘Breathe Easy’, ‘Too Close’, ‘All Rise’, dan ‘One Love’. Gw hafal semua lagu yang dibawain. Haha. Mereka sempet ganti baju casual pas lagunya funky.

Sebagai performer yang paling ditunggu-tunggu, menurut gw secara obyektif, Blue mengecewakan. Mereka kurang interaktif. Gw dadah-dadah dan Lee jelas-jelas ngeliat itu, tapi dia cuma diem menatap tajam. Senyum pun nggak. Duncan, Simon, dan Anthony juga sama aja. Tampangnya bete semua. Too cool (Arwana). Well, Simon did nyamperin penonton di kanan depan, Lee juga tapi ke sebelah kiri. Tapi ya gitu aja (sewot nggak disamperin).
They ended the night by singing ‘One Love’, trus ada semacam air mancur kertas-kertas gitu. Karena terlalu cepet dan nggak berkesan, we stood still, screaming we wanted more. Kamera dan lighting pun masih nyala, tapi mic udah dipinggirin. Temen gw bilang, udah selesai kali. Gw bilang, nggak mungkin.
Time flew and still there was no clue whether it was ended or not. Karena capek digantungin (lah kok jadi galau), penonton satu per satu bubar. So did me and my friend. Kecewa.
Penampilan Blue sebentar banget, nggak selama A1. Udah gitu mereka kebanyakan ke backstage. Mana tampangnya bete semua… :( Mungkin, mereka kecapekan karena siangnya baru sampe di Jakarta, abis dari Manila. Mungkin, mereka kecewa yang nonton cuma setengah hall. Ya salahin promotornya kurang promosi. Acara selesai jam 23.30.
Hal yang bisa gw simpulkan adalah they were still as hot as the younger them. Physically still young, beda sama Westlife yang pada gemukan. Hahaha… Padahal beberapa (apa semuanya?) udah kepala 3, some were proud daddies.
Tapi menurut gw A1 was the best performer. Gw jadi kangen lagu-lagu mereka… *brb donlod bajakan* Setelah konser, gw pantau twitter mereka semua, mulai dari Twitter personal Blue, A1, Jeff, sampe tweet officialnya. Almost nothing related to their show in Jakarta. Sangat tidak mengesankan, eh? Paling Ben dan Mark yang ngetweet sebelum show. Semuanya terlihat lebih antusias di Manila dan Singapura. :( Makassar apa kabar ya?
Kesimpulan: konser itu sangat melelahkan mas bro mbak sis. You gotta stand for hours, desak-desakan, nunggu. Tapi kalo ngefans banget sama artisnya, semuanya akan terbayar. Akan ada perasaan bahagia dan puas, apalagi kalo performancenya dan hal-hal pendukungnya oke. In my case, it was moderate lah.